Kamis, 06 September 2012

Cerita Hot Dewasa Bercinta Dengan ABG Bule DiLuar Negeri

Cerita Hot Dewasa
Cerita Hot Dewasa Bercinta Dengan ABG Bule DiLuar Negeri  - Aku tinggal di salah satu kota di Canada, kira-kira sudah hampir 6 tahun. Aku tinggal sendiri di salah satu gedung apartemen dekat down town area. Kamarnya satu, ada ruang tamu, kitchen, balcon buat smoking, murah juga. Kadang teman-teman menginap, meminjam komputer, karena milikku pentium ii, dan semua software, games etc aku punya. Jadi mereka betah nginep di sofa, atau bawa sleeping bed. Also, aku punya 50 inch TV, DVD player, Video, games dan lain-lain, jadi tempat ini siip. Aku bukan orang yang berada banget,semua itu hadiah dari saudara-saudara yang ikut bahagia karena aku bisa sekolah disini. So, syukurlah.

Mungkin karena apartemen dan barang-barang electronic di rumahku, aku dikagumi wanita-wanita orang putih di sini. Dikira aku loaded banget, alias rich boy. Jadi banyak yang tidak nolak kalau aku ajak jalan. Bukannya mau show-off, but aku bisa mendapatkan perempuan yang aku mau kapan saja, tapi aku nggak mau perempuan yang mencintaiku karana harta kekayaanku.
Soal pacaran, aku tidak pernah punya berlangsung lama, karena aku salah gaul. Tiap-tiap wanita yang aku pacarin, semuanya mata duitan. Kalau tidak dibeliin barang ini, atau itu, marah deh, terus mau putus. Jadi sudah kira-kira 2 tahun aku tidak ada gandengan.
Terus satu hari, aku menang lotre $300. Aku pergi ngambil duitnya dari salah satu gedung lotre tersebut dan jalan menuju pulang. Waktu itu lagi agak dingin, salju lagi turun sedikit-sedikit. Terus, waktu lagi jalan, tiba-tiba ada suara "Excuse me, spare some change?" Aku lihat ke arah kiri, ada dua gadis lagi duduk di lantai depan Starbucks Cafe sambil tangannya di ulurkan ke arahku. Yang satu lagi hanya duduk merangkul kakinya.
"Duh kasihan banget" pikirku. Aku berhenti, meraba kantong celanaku, dan aku keluarkan 2 helai $5.
"Ini, silakan", aku bilang.
"Terima kasih Mas," kata gadis yang memegang uang.
"Terima kasih kembali" kataku lagi, sambil jalan pergi. Memang benar, setelah aku memberi uang tersebut, ada rasa yang hangat dalam hati. Sesampai di apartemen, aku cari sleeping bag bekas dan beberapa baju tebel. Tapi saya lupa kalau semuanya sudah kusumbang ke Salvation Army beberapa minggu yang lalu. Terus aku pikir, hmm, sudah mau natalan, teman-teman pada pulang ke Indonesia, aku nggak ada teman main…, gimana kalau aku undang saja tu cewek.
Lalu aku pergi ke tempat kedua gadis itu. Tapi mereka sudah nggak ada lagi. Aku lihat kiri dan kanan dan ternyata kedua gadis itu ada di depan McDonald's, sambil megang kantong buat memesan makanan. Aku tunggu mereka di deket Starbucks Cafe, dan sewaktu mereka melihatku lagi, si gadis yang aku kasih uang tadi senyum padaku dan bilang "Hi, lagi ngapain Mas?, Traktir kita dong?" sambil tertawa.
Aku senyum saja "Oke, Nich beli aja". Si cewek yang aku kasih duitnya, namanya Lily dan cewek yang satunya lagi ternyata adiknya, bernama Lianne. Lily berumur 17 dan Lianne berumur 14. Mereka datang dari kota lain dengan cara hitchhike. Aku jongkok dengan mereka, ngobrol-ngobrol sebentar, sambil nebeng makan kentang gorengnya yang di tawari Lianne.
Kurang lebih setengah jam kemudian, entah kemasukan apa, aku ajak mereka ke apartemenku untuk menginap. Mereka kaget. Pertamanya sih pada nggak mau, tapi abis aku yakinkan, bahwa aku tinggal sendirian, tidak ada teman dan bla bla bla, mereka akhirnya mau juga.
Sesampai di apartemenku, mereka ber wah.., wah.., wah. Aku dimintai handuk buat mandi. Ternyata mereka nggak pakai baju tebal-tebal banget. Si Lily cuma memakai t-shirt Marilyn Manson, sweater gap yang kotor dan jaket kulit, dan Lianne memakai lebih tebal, mungkin karena diberi sama Lily.
Dua-duanya memang cakep sih, kulitnya putih banget (habis orang putih sih), nggak tinggi banget, kira-kira 160 cm. Lily berambut pirang kotor (dirty-blonde) sebahu, dan Lianne berambut pirang terang, seleher lebih dikit, agak berombak. Aku beri 2 pasang t-shirtku dan beberapa celana pendek milik bekas pacarku. Mereka masuk ke kamar mandi bersama dan dan aku cuek-cuek saja, habis adik-kakak. Aku siapkan hot chocolate dan cookies.
Sehabis mereka keluar dari kamar mandi, waduh, cantiknya mereka berdua minus make-up tebal, ikat rambut, dan garis-garis hitam di muka. Seperti mimpi degh. Belum pernah aku melihat kecantikan semacam itu. Mungkin di majalah, dan film, tapi mereka ada didepanku. Lily memakai t-shirt GAP-ku yang berwarna putih, tanpa bra, karna aku bisa melihat putingnya yang pink dengan jelas. Lianne memakai t-shirt Planet Hollywoodku yang berwarna putih juga dan without bra.
Setelah itu kita ngobrol-ngobrol sambil minum hot choco. Lianne orangnya pendiam, tapi senyum terus. Kalau Lily agak energetic dan bawel. Sewaktu kita ngobrol-ngobrol, si Lianne berdiri dan berjalan menuju kulkas.
"Mau Minum Champagne?" tanyanya.
"Boleh", kataku, "Tapi.., kamu kan masih anak-anak" kataku sambil tertawa karena aku pikir si Lianne cuma bercanda.
Dia buka botol champagne tersebut dan meminumnya sedikit, lalu dia bawa buat kakaknya, Lily. "Gile, dikirain becanda" pikirku.
Beberapa jam kemudian, ruang tamuku berasa agak panas, soalnya heaternya rusak. Aku meminta izin untuk tidur, tapi dipaksa temenin ngobrol. Aku suruh nonton TV saja, tapi mereka tidak mau. Kelihatannya sih dua-duanyajuga sudah agak mabuk, soalnya pipi mereka merah banget, dan ngomongnya sedikit ngacau.
Terus aku suruh mereka tidur di kamarku yang queen-sized bed, dan aku tidur di sofa. Mereka menarikku untuk tidur dengan mereka. Waduh, rezeki, pikirku.
Aku ikut saja, tiba-tiba mabuk dan puyengku hilang! hehehehe, mungkin karena pikiran kotor dan feeling bahwa aku akan score dengan mereka berdua.
Kita tiduran di ranjangku, terus aku memeluk Lily karena dia lebih deket dengan tanganku. Aku menciumnya dan dibalas juga ciumanku. Tanganku bekerja dari rambutnya, leher, sampai payudaranya yang lumayan besar buat anak 17 tahun. Kulepas T-shirtnya dengan cepat karna sudah napsu banget Lama tidak dapat!
Kusedot-sedot dengan kencang puting susunya, dan Lily merintih rintih Aku melirik ke arah Lianne, ternyata dia berbaring sambil nontonin kita. Aku cuek saja dan nerusin plorotin celana dan celana dalam Lily. Bulu kemaluannyamasih jarang-jarang dan berwarna pirang juga. Hmm.., lezat…, sudah lama nggak dapat nih, pikirku sambil memainkan lidahku di liang kenikmatannya yang sudah merah. Kumainkan lidahku di clitorisnya dengan cepat, dan lily merintih rintih. Rintihannya semakin membuatku buas. Aku keluarkan teknik cunnilingus yang diajari teman jepangku, "teknik meminum air". Lily meraung raung seperti orang kesetanan, tangannya menjambak rambutku dan pinggangnya naik turun. Setelah dia beberapa kali orgasme, aku cium seluruh tubuhnya sampai bibirnya. Terus dia berkata "do my sister"

Aku melihat ke arah Lianne dan dia sudah telanjang dan bermain dengan klitorisnya. Aku cium dan sedot payudaranya yang masih belum matang (maklum 14 tahun), dengan putingnya yang pink. Lianne menggigit bibir bawahnya, menahan rasa ekstasi. Pelan-pelan kucium seluruh tubuhnya sampai ke arah liang kewanitaannya. Wah, merah dan rapet banget! rezeki besar. Kumainkan lidahku di liang kewanitaannya, bermain di clitorisnya. Lianne merintih-rintih. Aku keluarkan tehnik meminum airku sampai lianne orgasme dua kali juga.
Kemudian aku berbaring dan kakak-adik itu menciumi seluruh tubuhku. Aduh, aku merasa duniaku akan hancur, saking enaknya. Sampai mereka lepas celana boxerku dan bermain dengan penis dan bolaku. penisku nggak besar-besar banget sih, normal buat orang bule! he.., he.., he.., he.., kira-kira 7 inchi, tebal dan berurat. Mereka berdua berebut penisku, dan akhirnya aku menarik Lianne buat duduk di mukaku. Lianne membuka kakinya dimukaku dan aku bagai disurga! setelah Lianne orgasme lagi, aku tidurkan dia di sampingku, dan aku suruh Lily untuk naik menunggangiku.
Dengan pelan-pelan, Lily naik memasukkan penisku ke liang kenikmatannya dengan susah.
Setelah kusuruh dia membasahi penisku dengan ludahnya, akhirnya amblas juga penisku. Setelah masuk penisku semuanya, pelan-pelan aku naik turun dan bergerak memutar, sambil memijat-mijat payudara Lily yang tegak dan kenyal. Aku pelukLily sambil menghunjam penisku dengan cepat. Lily berteriak teriak keenakan sambil cursing. Kusuruh dia berbalik, punggungnya menghadap dadaku. My favorite position. Aku naik turun dengan cepat juga sambil aku menyuruh Lily untuk menggoyangkan pinggulnya sambil memijit-mijit payudaranya. Entah berapa kali aku merasakan sesuatu yang hangat di penisku dan Lily berteriak, "Aahh… fuck… shit!
Saya rasa dia orgasme sampai 3 kali! Aku jilat cairan kewanitaannya sampai bersih, terus pindah ke Lianne. Aku jilat dan basahi lagi liang kewanitaannya yang masih merah dan berdenyut-denyut. Aku coba untuk memasukkan penisku tapi liang senggama Lianne masih kecil banget. Aku naik ke mulut Lianne dan menyuruh buat mengisap dan membasahi penisku. Dengan mata tertutup setengah sadar, dia melakukannya. Setelah cukup basah, aku coba lagi. Sempit banget! tapi senti demi senti masuk semuanya juga Lianne meraung-raung kesakitan. Aku goyang pelan-pelan, sambil menyedot puting susunya yang masih pink dan muda banget, missionary style.
Terus aku menyuruhnya berbalik, doggie style, tanpa melepas penisku dari liang kewanitaannya. Aku dorong-dorong, memutar, naik turun seperti rodeo, sambil memeluk tubuh Lianne yang meronta-ronta seperti ikan kehabisan air aku cium rambutnya, menggigit gigit pelan bahunya dan memainkan jari-jariku di kelentitnya.
Sekitar 20 menit kemudian, setelah beberapa gaya dan setelah Lianne orgasme untuk ke entah berapa kalinya, aku keluar juga. Aku tiduri mereka berdua side by side dan memuncratkan spermaku ke muka mereka.

Sehabis itu kita tidur, tapi aku belum puas juga dengan Lianne yang liang kenikmatannya sangat rapat. Dengan posisi 69 aku bermain dengan liang surganya, entah sampai berapa lama.
Besoknya, di meja makan, kita ketawa-tawa dan bercanda-canda. Tapi malamnya, mereka bercerita apa yang sebenarnya terjadi pada mereka. Ternyata mereka di perkosa oleh pacar ibu mereka, dan mereka lari dari rumah. Selama 5 hari penuh berpesta seks, aku akhirnya menyuruh mereka untuk telepon pulang. Setelah lama aku bujuk, akhirnya mereka telepon pulang. Ibu mereka khawatir sekali dan ingin mereka pulang segera. Pacar ibunya sudah di tangkap oleh yang berwenang.
Aku beri $100 buat Lily dan Lianne, untuk uang saku dan ongkos naik bus. Setelah itu, aku antar ke Bus Station, dan mereka said bye-bye dengan ciuman mesra di pipi kiri dan kanan.

 Baca Juga >> Cerita Hot Dewasa : Sopir Pribadi Pemuas Nafsu Nyonyaku

Itulah Cerita Hot Dewasa Bercinta Dengan ABG Bule DiLuar Negeri. Terima kasih telah membaca..

Cerita Hot Dewasa : Sopir Pribadi Pemuas Nafsu Nyonyaku

 Sopir Pribadi Pemuas Nafsu
Cerita Hot Dewasa : Sopir Pribadi Pemuas Nafsu Nyonyaku Setelah tamat dari sekolah, aku mencoba merantau ke Jakarta. Aku berasal dari keluarga yang tergolong miskin. Di kampung orang tuaku bekerja sebagai buruh tani. Aku anak pertama dan memiliki seorang adik perempuan, yang masih sekolah di SMP. Aku ke Jakarta hanya berbekal ijazah SMU. Dalam perjalanan ke Jakarta. Di Jakarta aku numpang di rumah sepupu, yang kebetulan orangtuanya punya Usaha warteg. Dan mereka sudah punya rumah sendiri, sepupuku yang terpaut usia 1 tahun denganku sedang kuliah di salah satu PTS Jakarta selatan.

Selain berbekal ijazah yang nyaris tiada artinya itu, aku memiliki keterampilan hanya sebagai supir angkot. Aku bisa menyetir mobil, karena aku di kampung, setelah pulang sekolah selalu diajak Bapakku untuk narik angkot. Aku menjadi keneknya, Bapak supirnya. Tiga tahun pengalaman menjadi awak angkot, cukup membekal aku dengan keterampilan setir mobil. Aku hampir putus asa tatkala tinggal di Jakarta, karena setelah tinggal tiga bulan aku belum juga dapat kerja. Aku malu kalau harus ngerepotin Bude dan pakde ku. Yah walaupun aku tinggal gak hanya diam aja, aku ikut Bantu-bantu di warteg.


Hingga Pada suatu hari, yakni hari selasa, ketika aku sedang bantu-bantu di warteg, aku dipanggil Pakde yang menawarkanku menjadi supir pribadi Bu Nani. Dia adalah bos pak Nuridin yang biasa makan di warteg Pakdeku. Aku langsung menyanggupi tawaran itu, dan segera ganti baju untuk ikut dengan pak Nuridin ke Rumahnya Bu Nani. Ketika memasuki halaman rumah yang besar sepert i istana itu,hatiku berdebar tak karuan. Kami dipersilahkan duduk oleh seorang pembantu muda di ruang tamu yang megah itu, tak lama kemudian muncul seorang wanita yang tampaknya muda. Kami memberi hormat pada wanita itu.

Wanita itu tersenyum ramah sekali dan mempersilahkan kami duduk,Pak Nuridin dipersilahkan kembali ke kantor oleh wanita itu, dan di ruangan yang megah itu hanya ada aku dan dia si wanita itu. "Benar kamu mau jadi supir pribadiku?", tanyanya ramah seraya melontarkan senyum manisnya. "Iya Nyonya, saya siap menjadi supir nyonya. ", jawabku. "jangan panggil Nyonya, panggil saja saya Ibu Nani.", sergahnya halus. Aku mengangguk setuju. "Kamu masih kuliah ?" "Tidak nyonya eh. ..Bu?!", jawabku."Saya baru tamat SMU, tapi saya berpengalaman menjadi supir sudah tiga ahun", sambungku.

Wanita itu menatapku dalam-dalam. Ditatapnya pula mataku hingga aku jadi slah tingkah. Diperhatikannya aku dari atas sampai ke bawah. "Kamu masih muda sekali, ganteng, nampaknya sopan, kenapa mau jadi supir?" tanyanya. "Saya butuh uang untuk kuliah Bu", jawabku. "Baik, saya setuju, kamu jadi supir saya, tapi harus ready setiap saat. Gimana, okey?" "Saya siap Bu.", jawabku. "Kamu setiap pagi harus sudah ready di rumah ini pukul enam, lalu antar saya ke tempat saya Fitness,setelah itu antar saya ke salon, belanja, atau kemana saya suka. Kemudian setelah sore, kamu boleh pulang, gimana siap?" "Saya siap Bu", jawabku. "Oh... ya, siapa namamu?" Tanyanya sambil mengulurkan tangannya. Spontan aku menyambut dan memegang telapak tangannya, kami bersalaman."Saya Renal Bu, panggil saja saya Renal.", jawabku.

Dirumah yang sebesar itu, hanya tinggal Ibu Nani dan Sonia anaknya yang berumur 8 tahu n serta seorang pembantu yang bernama Iis, janda juga, suaminya sudah meninggal empat tahun yang lalu karena kecelakaan. Setahu n berlalu tak terasa sudah memasuki tahun pertama aku kerja jadi supir bu Nani. Dan di awal tahun pelajaran aku masuk ke PTS di Jakarta. Keakraban dengan Bu Nani semakin terasa. Setelah pulang Fitness, dia minta jalan-jalan dulu. Yang konyol, dia selalu duduk di depan, disebelahku, hingga terkadang aku jadi kagok menyetir, tapi lama lama biasa. Suatu hari kami melakukan perjalanan ke puncak, bahkan sampai jalan-jalan sekedar putar-putar saja di kota Sukabumi, hari sudah mulai gelap dan kami kembali meneruskan perjalanan ke Jakarta.

Ditengah perjalanan di jalan yang gelap gulita, Bu Nani minta untuk berbelok ke suatu tempat. Aku menurut saja apa perintahnya. Aku tak kenal daerah itu, yang kutahu hanya berupa perkebunan luas dan sepi serta gelap gulita. Ditengah kebun itu bu Nani minta aku berhenti dan mematikan mesin mobil. Aku masih tak mengerti akan tingkah Bu Nani. Tiba-tiba saja tangan BuMaya menarik lengaku. "Coba rebahkan kepalamu di pangkuanku Nal?", pintanya. Aku menurut saja, karena masi h belum mengerti. Astaga... setelah aku merebahkan kepalaku di pangkuan Bu Nani dengan keadaan kepala menghadap keatas, kaki menjulur keluar pintu, Bu Nani menarik kaosnya ketas. Wow... samar-samar kulihat buah dadanya yang besar dan montok.

Buah dada itu didekatkan ke waja hku. Lalu dia berkata: "Cium nal Cium... isaplah, mainkan sayang...?", pintanya. Baru aku mengerti, Bu Nani mengajak aku ketempat ini sekedar melampiaskan nafsunya. Sebagai laki-laki normal, karuan saja aku bereaksi, kejantananku hidup dan bergairah. Kupegangi tetek Bu Nani yang montok itu, kujilati putingnya dan kuisap-isap. Tampak nafas Bu Nani terengah-engah tak karuan, menandakan nafsu biarahinya sedang naik. Aku masih mengisap dan menjilati teteknya. Lalu Bu nani minta agar aku bangun sebentar.

Dia melorotkan celana trainingnya hingga kebawah kaki. Bagian bawah tubuh Bu Nani tampak bugil. Samar-samar oleh sinar bulan di kegelapan itu. "Jilat Nal jilatlah, aku nafsu sekali, jilat sayang", pinta Bu nani agar aku menjilati memeknya. Oh... memek itu besar sekali, menjendol seperti kura-kura. Tampaknya dia sedang birahi sekali, seperti puting teteknya yang ereksi. Aku menurut saja, seperti sudah terhipnotis. Memek Bu Nani wangi sekali, mungkin sewaktu di rest auran tadi dia membersihkan kelaminnya dan memberi wewangian. Sebab dia sempat ke toilet untuk waktu yang lumayang lama. Mungkin disana dia membersihkan diri.

Dia tadi ke toilet membawa serta tas pribadinya. Dan disana pula dia mengadakan persiapan untuk menggempur aku. Kujilati liang kemaluan itu, tapi Bu Nani tak puas. Disuruhnya aku keluar mobil dan disusul olehnya. Bu Nani membuka bagasi mobil dan mengambil kain semacam karpet kecil lalu dibentangkan diatas rerumputan. Dia merebahkan tubuhnya diatas kain itu dan merentangnya kakinya. "Ayo Nal, lakukan, hanya ada kita berdua disini, jangan sia-siakan kesempatan ini Nal, aku sayang kamu Nal", katanya setengah berbisik. Aku tak menjawab, aku hanya melakukan perintahnya, dan sedikit bicara banyak kerja. Ku buka semua pakaianku, lalu ku tindih tubuh Bu nani.

Dipeluknya aku, dirogohnya alat kelaminku dan dimasukkan kedalam memeknya. Kami bersetubuh ditengah kebun gelap itu alam suasana malam yang remang-remang oleh sinar gemintang di langit. Aku menggenjot memek Bu Nani sekuat mungkin. "Jangan keluar dulua ya? Saya belum puas", pintanya mesra. Aku diam saja, aku masih melakukan adegan mengocok dengan gerakan penis keluar masuk lubang memek Bu Nani. Nikmat sekali memek ini, pikirku. Lalu Bu Maya pindah posisi, dia diatas, dan bukan main permainannya, goyangnyanya.

"Remas tetekku Nal, remaslah... yang kencang ya?", pintanya. Aku meremasnya. "Cium bibirku Nal..cium!" Aku mencium bibir indah itu dan kuisap lidahnya dalam-dalam, nikmat sekali, sesekali dia mengerang kenikmatan. "Sekarang isap tetekku, teruskan... terus... Oh... Ohhhh... Nal... Renal... Ohhh.... aku keluar nal... aku kalah..." Dia mencubiti pinggulku, sesekali tawanya genit. "Kamu curang... aku kalah", ujarnya. "Sekarang gilirang kamu nal... keluarkan sebanyak mungkin ya?", pintanya. "Saya sudah keluar dari tadi Bu, tapi saya tetap bertahan, takut Ibu marah nanti", jawabku. "Oh Ya?... gila... kuat amat kamu?!", balas Bu Nani sambul mencubit pipiku. "Kenapa Ibu suka main di tempat begini gelap?" "Aku suka alam terbuka, di alam terbuka aku bergairah sekali .

Kita akan lebih sering mencari tempat seperti alamterbuka. Minggu depan kita naik kapal pesiarku, kita main diatas kapal pesiar di tengah ombak bergulung. Atau kita main di pi nggir sungai yang sepi, ah... terserah kemana kamu mau ya Nal?" Selesai main, setelah kami membersihkan alat vital hanya dengan kertas tisue dan air yang kami ambil dari jerikan di bagasi mobil, kami istirahat. Bu Nani yang sekarang tidur di pangkuanku. Kami ngobrol panjang lebar, ngalor -ngidul. Setelah sekian lama istirahat, kontolku berdiri lagi, dan dirasakan oleh kepala Bu nani yang menyentuh batang kejantananku. Tak banyak komentar celanaku dibukanya, dan aku dalam sekejap sudah bugil.

Disuruhnya aku tidur dengan kaki merentang, lalu Bu nani membuka celananya yang tanpa celana dalam itu. Bu nani mengocok-ngocok penisku, mengurut naik-turun. Karuan saja penisku semakin membesar dan membesar. Diisapnya penisku yang sudah ereksi besar sekali, dimainkannya lidah Bu Nani di ujung penisku. Setelah itu, Bu nani menempelkan buah dadanya yang besar itu di penisku.Dijepitkannya penisku kedalam tetek besar itu, lalu di goyang-goyang seperti gerakan mengocok. "Giaman Nal? Enah anggak?" "Enak Bu, awas lho nanti muncrat Bu", jawabku...

"Enggak apa, ayo keluarkan, nanti kujilati pejumu, aku mau kok!" Bu nani masih giat bekerja giat, dia berusaha untuk memuaskan aku. Tak lama kemudian, Bu nani naik keposisi atas dan seperti menduduki penisku, tapi lobang memeknya dimasuki penisku. Digoyang terus... hingga aku merasakan nikat yang luar biasa. Tiba-tiba Bu nani terdiam, berhenti bekerja, lalu berkata: "Rasakan ya Nal? Pasti kamu bakal ketagihan." Aku membisu saja. dan ternyata Ohh... memek Bu nani bisa melakukan gerakan empot -empot, menyedot-nyedot dan mengurut-urut batang kontolku dari bagian kepala hingga ke bagian batang bawah, Oh... nikmat sekali, ini yang namanya empot ayam, luar biasa kepiawaian Bu nani dalam bidang seksual.
"Enak sayang?", tanyanya. Belum sempat aku menjawab, yah... aku keluar, air maniku berhamburan tumpah ditenga liang kemaluan Bu nani. "Itu yang namanya empot-empot Nal, itulah gunanya senam sex. Berarti aku sukses latihan senam sex selama ini", katanya bangga. "Sekarang kamu puasin aku ya ?", Kata Bu nani seraya mengambil posisi nungging. Kutancapkan lagi kontolku yang masih ereksi kedalam memek Bu Nani, Ku genjot terus. "Yang dalam Nal... yang dalam ya... teruskan sayang...? oh....enak sekali penismu... oh... terus sayang ?!" Pinta Bu Nani. Aku masih memuaskan Bu Nani, aku tak mau kalah, kujilati pula lubang memeknya, duburnya dan seluruh tubuhnya.

Ternyata Bu Nani orgasme setelah aku menjlati seluruh tubuhnya. "Kamu pintar sekali Nal? Belajar dimana?" "Tidak bu, refleks saja", jawabku. Sebelum kami meninggalkan tempat itu, Bu Nani masih sempat minta satu adegan lagi. Tapi kali ini hanya sedikit melorotkan celana trainingnya saja. Demikian pula aku, hanya membuka bagian penis saja. Bu Nani minta aku melakukanya di dalam mobil, tapi ruangannya sempit sekali. Dengan susah payang k ami melakukannya dan akhirnya toh juga mengambil posisinya berdiri dengan tubuh Bu Nani disandarkan di mobil sambil mengangkat sedikit kaki kanannya. Sejak saat malam pertama kami itu, aku dan Bu Nani sering bepergian keluar kota, ke pulau seribu, ke pinggir pantai, ke semak-semak di sebuah desa terpencil, yah pokoknya dia cari tempat-tempat yang aneh-aneh. Tak kusadari kalau aku sebenarnya menjadi gigolonya Bu nani. Dan beliau pun semakin sayang padaku, uang mengalir terus ke kocekku, tanpa pernah aku meminta bayaran. Dia menyanggupi untuk membiayai kuli ah hingga tamat, asal aku tetap selalu bersama Bu Nani yang cantik itu.

Itulah Cerita Hot Dewasa : Sopir Pribadi Pemuas Nafsu Nyonyaku. Terima kasih telah membaca..

Foto Hot Bugil Korban Festival Air DiChina

Foto Hot Bugil
Foto Hot Bugil Korban Festival Air DiChina, Festival menyiram air di China diadakan rutin setiap tahunnya, namun acara tahun ini berjalan kacau dan berubah menjadi malapetaka bagi para wanita. Pasalnya para pria yang berkerumun di jalanan kemudian malah menyerang para wanita yang turut menjadi peserta festival.

Para pria dengan sengaja dan brutal menyerang para wanita dengan menyiramkan air dan menyemprotkan air, dengan satu tujuan, yaitu menelanjangi para wanita yang ada di festival. Suasana pun menjadi kacau, para wanita banyak yang berteriak minta tolong yang akhirnya diselamatkan oleh temannya atau pihak kepolisian.

Beberapa wanita memang pakaiannya telah robek akibat diserbu dan disirami air oleh para pria, beberapa malah luka-luka akibat terdorong dan terinjak-injak.

Foto Hot Bugil

Foto Hot Bugil

Foto Hot Bugil

Foto Hot Bugil

Foto Hot Bugil

Foto Hot Bugil

Foto Hot Bugil

Foto Hot Bugil

Foto Hot Bugil

Foto Hot Bugil

Senin, 03 September 2012

Cheat PB Point Blank 4 September 2012 Hari Ini

Cheat PB Point Blank 4 September 2012 Hari Ini | Update Cheat Point Blank PB 18 Agustus 2012 Terbaru - Cheat Point Blank PB Wallhack + 1 HIT New Fitur 4 September 2012 Terbaru - Cheat Point Blank  4 September 2012  Kembali lagi, Merupakan Update Cheat Point Blank  4 September 2012 , dan ini adalah fitur serta cara pakai Cheat Point Blank PB Wallhack + 1 HIT New Fitur 4 September 2012.

Cheat PB Point Blank 4 September 2012 Cheat PB Point Blank 4 September 2012
Fitures :

  • [Visual Menu]
  • Wh bersih
  • Clean WH
  • Chams WH
  • No Fog
  • No SMoke
  • Crosshair
  • [ESP Hack]
  • ESP box
  • ESP name
  • ESp healt
  • ESP distance
  • ESP Line
  • [Replace Menu]
  • Pistol
  • Piso
  • Bom
  • Asap
  • Baret 
  • Def ++
  • [Fullhack Menu]
  • Damage(new)
  • 1 Hit
  • Lari Edan
  • Plant
  • Defuse
  • Unlimited Ammo
  • Grade Hack
  • Skill hack
  • Quick Change 
  • Fast Reload
  • Reload Major
  • Bug luxvile
  • No Vote 
  • New Dino Pro
  • [Options] 
  • Show Time
  • Show Date
  • Off Display
  • Fast Exit

  • Hotkeys D3D Menu: 
  • D3d Menu On/OFF : INSERT
  • Arah Panah kanan = ON
  • Arah Panah Kiri OFF
  • Arah Panah ats & Bawah Pilih cit

Tutorial :

    Buka PB launcher
    Buka Cheat
    Start
    Keluar Message Box/notice
    Ok,ok saja Hepii Cheatting dah

Keterangan : BUAT WINDOWS 7 and Windows Vista
-Buka Cheat Jangan Menggunakan DOUBLE klik!!!
-Tapi menggunakan Klik kanan -Runadministrator
-Buka PB nya pun jangan pakai Double Klik
-Tapi menggunakan Klik kanan -Runadministrator juga
Okay paham KAN

NB :
[-]Kalau BT coba gunakan metode Flashdisk
[-]Harus install Net Framework danVcredist_x86
[-]Download D3DX9_38.dll
[-]Sebelum menggunakan cheat sebaiknya scan dulu gan
[-]Ane Gak Tanggung jawab kalo terjadi apa-apa ama akun anda


sumber: alibloggers

Kamis, 30 Agustus 2012

Cerita dewasa hot terbaru : mesum di hutan

Cerita dewasa hot terbaru : mesum di hutan kali ini saya hadirkan cerita dewasa terbaru yang paling hot untuk dibaca pemirsa lagiheboh.com semoga bisa menghibur kalian semua dan jangan sampai ketinggalan cerita sex sebelum Dukun cabul dan ibu rumah tangga, Cerita Dewasa Terbaru - Diperkosa tiga gadis cantik


Cerita,dewasa,hot


Inilah cerita dewasa seks mesum berjudul 'hutan belantara panas membara' hot. ada suatu liburan sekolah yang panjang, kami dari sebuah SLTA mengadakan pendakian gunung di Jawa Timur. Rombongan terdiri dari 5 laki-laki dan 5 wanita. Diantara rombongan itu satu guru wanita ( guru biologi) dan satu guru pria ( guru olah raga ). Acara liburan ini sebenarnya amat tidak didukung oleh cuaca. Soalnya, acara kami itu diadakan pada awal musim hujan. Tapi kami tidak sedikitpun gentar menghadapi ancaman cuaca itu.

Ada yang sedikit mengganjal hati saya, yakni Ibu Guru Anisa ( saya memanggilnya Anisa ) yang terkenal galak dan judes itu dan anti cowok ! denger-denger dia itu lesbi. Ada yang bilang dia patah hati dari pacarnya dan kini sok anti cowok. Bu Anis usianya belum 30 tahun, sarjana, cantik, tinggi, kulit kuning langsat, full press body. Sedangkan teman - teman cewek lainnya terdiri dari cewek-cewek bawel tapi cantik-cantik dan periang, cowoknya, terus terang saja, semuanya bandit asmara ! termasuk pak Martin guru olah raga kami itu.

Perjalanan menuju puncak gunung, mulai dari kumpul di sekolah hingga tiba di kaki gunung di pos penjagaan I kami lalui dengan riang gembira dan mulus-mulus saja. Seperti biasanya rombongan berangkat menuju ke sasaran melalui jalan setapak. Sampai tengah hari, kami mulai memasuki kawasan yang berhutan lebat dengan satwa liarnya, yang sebagian besar terdiri dari monyet-monyet liar dan galak. Menjelang sore, setelah rombongan istirahat sebentar untuk makan dan minum, kami berangkat lagi. Kata pak Martin sebentar lagi sampai ke tujuan. Saking lelahnya, rombongan mulai berkelompok dua-dua. Kebetulan aku berjalan paling belakang menemani si bawel Anisa dan disuruh membawa bawaannya lagi, berat juga sih, sebel pula! Sebentar-sebentar minta istirahat, bahkan sampai 10 menit, lima belas menit, dan dia benar-benar kecapean dan betisnya yang putih itu mulai membengkak.

Kami berangkat lagi, tapi celaka, rombongan di depan tidak nampak lagi, nah lo ?! Kami kebingungan sekali, bahkan berteriak memanggil-manggil mereka yang berjalan duluan. Tak ada sahutan sedikitpun, yang terdengar hanya raungan monyet-monyet liar, suara burung, bahkan sesekali auman harimau. Anisa sangat ketakutan dengan auman harimau itu. Akhirnya kami terus berjalan menuruti naluri saja. Rasa-rasanya jalan yang kami lalui itu benar, soalnya hanya ada satu jalan setapak yang biasa dilalui orang.

Sial bagi kami, kabut dengan tiba-tiba turun, udara dingin dan lembab, hari mulai gelap, hujan turun rintik-rintik. Anisa minta istirahat dan berteduh di sebuah pohon sangat besar. Hingga hari gelap kami tersasar dan belum bertemu dengan rombongan di depan. Akhirnya kami memutuskan untuk bermalam di sebuah tepian batu cadas yang sedikit seperti goa.

Hujan semakin lebat dan kabut tebal sekali, udara menyengat ketulang sumsum dinginnya. Bajuku basah kuyup, demikian juga baju Anisa. Dia menggigil kedinginan. Sekejap saja hari menjadi gelap gulita, dengan tiupan angin kencang yang dingin. Kami tersesat di tengah hutan lebat.


Cerita dewasa hot terbaru : mesum di hutan
Tanpa sadar Anisa saking kedinginan dia memeluk aku. "Maaf" katanya. Aku diam saja, bahkan dia minta aku memeluknya erat-erat agar hangat tubuhnya. Pelukan kami semakin erat, seiring dengan kencangnya deras hujan yang dingin. Jika aku tak salah, hampir tiga jam lamanya hujan turun, dan hampir tiga jam kami berpelukan menahan dingin.

Setelah hujan reda, kami membuka ransel masing-masing. Tujuan utamanya adalah mencari pakaian tebal, sebab jaket kami sudah basah kuyup. Seluruh pakaian bawaan Anisa basah kuyup, aku hanya punya satu jaket parasut di ransel. Anisa minta aku meminjamkan jakaetku. Aku setuju. Tapi apa yag terjadi ? wow...Anisa dalam suasana dingin itu membuka seluruh pakaiannya guna diganti dengan yang agak kering. Mulai dari jaket, T. Shirt nya, BH nya, wah aku melihat seluruh tubuh Anisa. Dia cuek saja, payudaranya nampak samar-samar dalam gelap itu. Tiba-tiba dia memelukku lagi.
"Dingin banget" katanya. "Terang dingin , habis kamu bugil begini" jawabku.
"Habis bagaimana? basah semua, tolong pakein aku jeketmu dong ?" pinta Anisa.
Aku memakaikan jaket parasut itu ketubuh Anisa. Tanganku bersentuhan dengan payudaranya, dan aku berguman
" Maaf Nisa ?"
"Enggak apa-apa ?!": sahutnya.
Hatiku jadi enggak karuan, udara yang aku rasakan dingin mendadak jadi hangat, entah apa penyebabnya. Anisa merangkulku, "Dingin" katanya, aku peluk saja dia erat-erat. " Hangat bu ?" tanyaku " iya, hangat sekali, yang kenceng dong meluknya " pintanya. Otomatis aku peluk erat-erat dan semakin erat.

Aneh bin ajaib, Anisa tampak sudah berkurang merasakan kedinginan malam itu, seperti aku juga. Dia meraba bibirku, aku reflex mencium bibir Anisa. Lalu aku menghindar. "Kenapa?" tanya Anisa
" Maaf Nisa ? " Jawabku.
" Tidak apa-apa Rangga, kita dalam suasana seperti ini saling membutuhkan, dengan begini kita saling bernafsu, dengan nafsu itu membangkitkan panas dalam darah kita, dan bisa mengurangi rasa dingin yang menyengat.
Kembali kami berpelukan, berciuman, hingga tanpa sadar aku memegang payudaranya Anisa yang montok itu, dia diam saja, bahkan seperti meningkat nafsu birahinya. Tangannya secara reflek merogoh celanaku kedalam hingga masuk dan memegang penisku. Kami masih berciuman, tangan Anisa melakukan gerakan seperti mengocok-ngocok 'Mr. Penny'ku. Tanganku mulai merogoh 'Ms. Veggy'nya Anisa, astaga ! dia rupanya sudah melepas celana dalamnya sedari tadi. Karena remang-remang aku sampai tak melihatnya. 'Ms. Veggy'nya hangat sekali bagian dalamnya, bulunya lebat.

Anisa sepontan melepas seluruh pakaiannya, dan meminta aku melepas pula . Aku tanpa basa basi lagi langsung bugil. Kami bergumul diatas semak-semak, kami melakukan hubungan badan ditengah gelap gulita itu. Kami saling ganti posisi, Anisa meminta aku dibawah, dia diatas. Astaga, goyangnya!! Pengalaman banget dia ? kan belum kawin ?
" Kamu kuat ya?" bisiknya mesra.
" Lumayan sayang ?!" sahutku setengah berbisik.
" Biasa main dimana ?" tanyanya
"Ada apa sayang?" tanyaku kembali.
" Akh enggak" jawabnya sambil melepas 'Ms. Veggy'nya dari 'Mr. Penny'ku, dan dengan cekatan dia mengisap dan menjilati 'Mr. Penny'ku tanpa rasa jijik sedikitpun. Anisa meminta agar aku mengisap payudaranya, lalu menekan kepalaku dan menuntunnya ke arah 'Ms. Veggy'nya. Aku jilati 'Ms. Veggy' itu tanpa rasa jijik pula. Tiba-tiba saja dia minta senggama lagi, lagi dan lagi, hingga aku ejakulasi.

Aku sempat bertanya, "Bagaimana jika kamu hamil ?"
" Don't worry !" katanya. Dan setelah dia memebersihkan 'Ms. Veggy'nya dari spermaku, dia merangkul aku lagi. Malam semakin larut, hujan sudah reda, bintang-bintang di langit mulai bersinar. Pada jam 12 tengah malam, bulan nampak bersinar terang benderang. Paras Anisa tampak anggun dan cantik sekali. Kami ngobrol ngalor-ngidul, soal kondom, soal sekolah, soal nasib guru, dsb. Setelah ngobrol sekian jam, tepat pukul 3 malam, Anisa minta bersetubuh denganku lagi, katanya nikmat sekali 'Mr. Penny'ku. Aku semakin bingung, dari mana dia tahu macam-macam rasa 'Mr. Penny', dia kan belum nikah ? tidak punya pacar ? kata orang dia lesbi.

Aku menuruti permintaan Anisa. Dia menggagahi aku, lalu meminta aku melakukan pemanasan sex (foreplay). Mainan Anisa bukan main hebatnya, segala gaya dia lakukan. Kami tak peduli lagi dengan dinginnya malam, gatalnya semak-semak. Kami bergumul dan bergumul lagi. Anisa meraih tanganku dan menempelkan ke payudaranya. Dia minta agar aku meremas-remas payudaranya, lalu memainkan lubang 'Ms. Veggy'nya dengan jariku, menjilati sekujur bagian dagu. Tak kalah pula dia mengocok-ngocok 'Mr. Penny'ku yang sudah sangat tegang itu, lalu dijilatinya, dan dimasukkannya kelubang vaginanya, dan kami saling goyang menggoyang dan hingga kami saling mencapai klimaks kenikmatan, dan terkulai lemas.

Anisa minta agar aku tak usah lagi menyusul kelompok yang terpisah. Esoknya kami memutuskan untuk berkemah sendiri dan mencari lokasi yang tak akan mungkin dijangkau mereka. Kami mendapatkan tempat ditepi jurang terjal dan ada goa kecilnya, serta ada sungai yang bening, tapi rimbun dan nyaman. Romantis sekali tempat kami itu. Aku dan Anisa layaknya seperti Tarzan dan pacarnya di tengah hutan. Sebab seluruh baju yang kami bawa basah kuyup oleh hujan. Anisa hanya memakai selembar selayer yang dililitkan diseputar perut untuk menutupi kemaluannya. Aku telanjang bulat, karena baju kami sedang kami jemur ditepi sungai. Anisa dengan busana yang sangat minim itu membuat aku terangsang terus, demikian pula dia. Dalam hari-hari yang kami lalui kami hanya makan mi instant dan makanan kaleng.
Tepat sudah tiga hari kami ada ditempat terpencil itu. Hari terakhir, sepanjang hari kami hanya ngobrol dan bermesraan saja. Kami memutuskan esok pagi kami harus pulang. Di hari terakhir itu, kesmpatan kami pakai semaksimal mungkin. Di hari yang cerah itu, Anisa minta aku mandi bersama di sungai yang rimbun tertutup pohon-pohon besar. Kami mandi berendam, berpelukan, lalu bersenggama lagi. Anisa menuntun 'Mr. Penny'ku masuk ke 'Ms. Veggy'nya. Dan di menggoyangkan pinggulnya agar aku merasa nikmat. Aku demikian pula, semakin menekan 'Mr. Penny'ku masuk kedalam 'Ms. Veggy'nya.

Di atas batu yang ceper nan besar, Anisa membaringkan diri dengan posisi menantang, dia menguakkan selangkangngannya, 'Ms. Veggy'nya terbuka lebar, disuruhnya aku menjilati bibir 'Ms. Veggy'nya hingga klitoris bagian dalam yang ngjendol itu. Dia merasakan nikmat yang luar biasa, lalu disuruhnya aku memasukkan jari tengahku ke dalam lubang 'Ms. Veggy'nya, dan menekannya dalam-dalam. Mata Anisa merem melek kenikmatan. Tak lama kemudian dia minta aku yang berbaring, 'Mr. Penny'ku di elus-elus, diciumi, dijilati, lalu diisapnya dengan memainkan lidahnya, Anisa minta agar aku jangan ejakulasi dulu,
"Tahan ya ?" pintanya. " Jangan dikeluarin lho ?!" pintanya lagi.
Lalu dia menghisap 'Mr. Penny'ku dalam-dalam. Setelah dia enggak tahan, lalu dia naik diatasku dan memasukkan 'Mr. Penny'ku di 'Ms. Veggy'nya, wah, goyangnya hebat sekali, akhirnya dia yang kalah duluan. Anisa mencubiti aku, menjambak rambutku, rupanya dia " keluar", dan menjerit kenikmatan, lalu aku menyusul yang "keluar" dan oh,,,,oh...oh....muncratlah air maniku dilubang 'Ms. Veggy' Anisa.
"Jahat kamu ?!" kata Anisa seraya menatapku manja dan memukuli aku pelan dan mesra. Aku tersenyum saja. " Jahat kamu Rangga, aku kalah terus sama kamu " Ujarnya lagi. Kami sama-sama terkulai lemas diatas batu itu.

Esoknya kami sudah berangkat dari tempat yang tak akan terlupakan itu. Kami memadu janji, bahwa suatu saat nanti kami akan kembali ke tempat itu. Kami pulang dengan mengambil jalan ke desa terdekat dan pergi ke kota terdekat agar tidak bertemu dengan rombongan yang terpisah itu. Dari kota kecil itu kami pulang ke kota kami dengan menyewa Taxi, sepanjang jalan kami berpelukan terus di dalam Taxi. Tak sedikitpun waktu yang kami sia-siakan. Anisa menciumi pipiku, bibirku, lalu membisikkan kata
" Aku suka kamu " Aku juga membalasnya dengan kalimat mesra yang tak kalah indahnya. Dalam dua jam perjalanan itu, tangan dan jari-jari Anisa tak henti-hentinya merogoh celana dalamku, dan memegangi 'Mr. Penny'ku. Dia tahu aku ejakulasi di dalam celana, bahkan Anisa tetap mengocok-ngocoknya. Aku terus memeluk dia, pak Supir tak ku ijinkan menoleh kami kebelakang, dia setuju saja. Sudah tiga kali aku " keluar" karena tangan Anisa selalu memainkan 'Mr. Penny'ku sepanjang perjalanan di Taxi itu.
" Aku lemas sayang ?!" bisikku mesra
" Biarin !" Bisiknya mesra sekali. " Aku suka kok !" Bisiknya lagi.
Tidak mau ketinggalan aku merogoh celana olah raga yang dipakai Anisa. Astaga, dia tidak pakai celana dalam. Ketika jari-jari tanganku menyolok 'Ms. Veggy'nya, dia tersenyum, bulunya ku tarik-tarik, dia meringis, dan apa yang terjadi ? astaga lagi, Anisa sudah 'keluar' banyak, 'Ms. Veggy'nya basah oleh semacam lendir, rupanya nafsunya tinggi sekali, becek banget. Tangan kami sama-sama basah oleh cairan kemaluan. Ketika sampai di rumah Anisa, aku disuruhnya langsung pulang, enggak enak sama tetangga katanya. Dia menyodorkan uang dua lembar lima puluh ribuan, aku menolaknya, biar aku saja yang membayar Taxi itu. Lalu aku pulang.

Hari-hari berikutnya di sekolah, hubunganku dengan Anisa guru biologiku, nampak wajar-wajar saja dari luar. Tapi ada satu temanku yang curiga, demikian para guru. Hari-hari selanjutnya selalu bertemu ditempat-tempat khusus seperti hotel diluar kota, di pantai, bahkan pernah dalam suatu liburan kami ke Bali selama 12 hari.

Ketika aku sudah menyelesaikan studiku di SLTA, Anisa minta agar aku tak melupakan kenangan yang pernah kami ukir. Aku diajaknya ke sebuah Hotel disebuah kota, yah seperti perpisahan. Karena aku harus melanjutkan kuliah di Australia, menyusul kakakku. Alangkah sedihnya Anisa malam itu, dia nampak cantik, lembut dan mesra. Tak rela rasanya aku kehilangan Anisa. Kujelaskan semuanya, walau kita beda usia yang cukup mencolok, tapi aku mau menikah dengannya. Anisa memberikan cincin bermata berlian yang dipakainya kepada aku. Aku memberikan kalung emas bermata zamrud kepada Anisa. Cincin Anisa hanya mampu melingkar di kelingkingku, kalungku langsung dipakainya, setelah dikecupinya. Anisa berencana berhenti menjadi guru, "sakit rasanya" ujarnya kalau terus menjadi guru, karena kehilangan aku. Anisa akan melanjutkan S2 nya di USA, karena keluarganya ada disana. Setelah itu kami berpisah hingga sekian tahun, tanpa kontak lagi.

Pada suatu saat, ada surat undangan pernikahan datang ke Apartemenku, datangnya dari Dra. Anisa Maharani, MSC. Rupanya benar dia menyelesaikan S2 nya.Aku terbang ke Jakarta, karena resepsi itu diadakan di Jakarta disebuah hotel bintang lima. Aku datang bersama kakakku Rina dan Papa. Di pesta itu, ketika aku datang, Anisa tak tahan menahan emosinya, dia menghampiriku ditengah kerumunan orang banya itu dan memelukku erat-erat, lalu menangis sejadi-jadinya.
"Aku rindu kamu Rangga kekasihku, aku sayang kamu, sekian tahun aku kehilangan kamu, andai saja laki-laki disampingku dipelaminan itu adalah kamu, alangkah bahagianya aku " Kata Anisa lirih dan pelan sambil memelukku.
Kamu jadi perhatian para hadirin, Rina dan Papa saling tatap kebingungan. Ku usap airmata tulus Anisa. Kujelaskan aku sudah selesai S1 dan akan melanjutkan S2 di USA, dan aku berjanji akan membangun laboratorium yang kuberi nama Laboratorium "Anisa". Dia setuju dan masih menenteskan air mata.

Setelah aku diperkenalkan dengan suaminya, aku minta pamit untuk pulang, akupun tak tahan dengan suasana yang mengharukan ini. Setelah lima tahun tak ada khabar lagi dari dia, aku sudah menikah dan punya anak wanita yang kuberi nama Anisa Maharani, persis nama Anisa. Ku kabari Anisa dan dia datang kerumahku di Bandung, dia juga membawa putranya yang diberi nama Rangga, cuma Rangga berbeda usia tiga tahun dengan Anisa putriku. Aku masih merasakan getaran-getaran aneh di hatiku, tatapan Anisa masih menantang dan panas, senyumnya masih menggoda. Kami sepakat untuk menjodohkan anak kami kelak, jika Tuhan mengijinkannya